Iman itu berarti kita percaya, meyakini apa dalam rukun iman itu benar-benar ada. Seorang muslim janganlah meragukan akan hal itu. Walaupun mungkin dari beberapa rukun iman tidak terlihat, tapi dengan keyakinan yang benar akan terasa keberadaannya.
Tentang iman, ada 4 hal yang harus dipahami:
1. Iman adalah asas diterimanya amal.
Orang yang tidak beriman amalnya akan ditolak Allah dan tidak akan mendapatkan pahala. Ini sebagaimana firman Allah, “Maka barang siapa yang mengerjakan amal shaleh, sedang ia beriman, maka tidak ada pengingkaran terhadap amalannya itu dan sesungguhnya Kami menuliskan amalannya itu untuknya,” (QS. Al-Anbiya: 94).
2. Iman bukan sekedar keyakinan.
Mengapa? Karena iman yang benar mencakup dua hal, yaitu keyakinan yang tidak dicampuri keraguan dan amalan sebagai pembenaran keyakinan.
3. Iman harus utuh dan tidak boleh setengah-setengah.
Allah berfirman,
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir pada Allah dan rasul-rasul-Nya dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya dengan mengatakan, ‘Kami beriman kepada yang sebagian dan kami ingkar terhadap (sebagian yang lain),’ serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir). Merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan,” (QS. An-Nisa: 150-151).
4. Iman bisa bertambah dan berkurang.
Iman bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.
(Sumber: 40 Pesan Nabi Untuk Setiap Muslim/Karya: Fahrur Mu’is, M. Ag dan Muhammad Suhadi, Lc/Penerbit: Taqiya Publishing)
